Tito Beber 5 Kabupaten/Kota dengan Belanja Pegawai Tertinggi

Jakarta, custombloggertemplates Indonesia

Menteri Dalam Negeri (Mendagri)

Tito Karnavian

membeberkan lima dari 488 kabupaten/kota dengan

belanja pegawai

tertinggi sejak awal 2026.

Pertama

adalah Kabupaten Bogor dengan besaran Rp3,8 triliun.

Menurut Tito, belanja pegawai ini digunakan untuk membayar gaji para ASN, PPPK hingga honorer yang ada di instansi pemerintah. Di mana, per akhir Maret 2026 jumlahnya mencapai 6,54 juta orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jumlah (pegawai negara saat ini) 6,54 juta orang, PNS 54 persen, PPPK 31 persen, PPPK paruh waktu 15 persen,” ujar Tito dalam Rapat Komisi II DPR RI, Senin (8/6).

Untuk daerah belanja pegawai tertinggi

kedua

adalah Kabupaten Bekasi dengan besaran Rp3,5 triliun. Kemudian, Kota Surabaya menyusul di posisi

ketiga

sebesar Rp3,3 triliun.

Selanjutnya,

keempat

, Kota Bekasi dengan besaran Rp3 triliun dan,

kelima

, Kabupaten Badung sebesar Rp2,9 triliun.

Berdasarkan data fiskal masing-masing daerah, dari 488 kabupaten/kota, masih banyak yang tidak mampu membayar gaji PPPK nya sehingga sangat mengandalkan Dana Transfer ke Daerah (TKD). Mereka adalah yang belanja pegawainya sangat kecil.

Adapun lima daerah dengan belanja pegawai terendah adalah Kabupaten Konawe Kepuluan Rp189 miliar, Kabupaten Manokwari Selatan Rp224 miliar, Kabupaten Nduga Rp234 miliar, Kota Sabang Rp235 miliar dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Rp240 miliar.

“Inilah beberapa daerah yang di atas dan di bawah, intinya sudah dominan di atas 30 persen (belanja pegawainya),” kata Tito.

Pemerintah memang memutuskan untuk memaksimalkan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD. Hal ini sejalan dengan isi Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Kemendagri mencatat, sampai saat ini masih ada 367 kabupaten yang belanja pegawainya di atas 30 persen dan hanya 48 kabupaten di bawah 30 persen. Oleh sebab itu, saat ini pemerintah mengatur anggaran daerah agar belanjanya pegawainya bisa seragam.

Dari paparan Kementerian PANRB dalam rapat ini, implementasi belanja pegawai daerah wajib maksimal 30 persen paling lambat 5 Januari 2027.

[Gambas:Youtube]

(ldy/sfr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Bandara Dubai Bakal Ditutup Permanen 9 Tahun Lagi, Ada Apa?

Baca lagi: Kate Middleton Bertemu Mantan Pacar di Pernikahan Kerajaan

Baca lagi: Tangis Haru Nanik Saat Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: