
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggulirkan wacana skema berlangganan tarif
TransJakarta
sebesar Rp200 ribu per bulan. Hal tersebut diusulkan oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait
tarif
Transjakarta dan Transjabodetabek.
Ketua DTKJ Sugihardjo mengusulkan tarif berlangganan Transjakarta agar ongkos pekerja yang menggunakan angkutan umum tersebut setiap hari menjadi lebih terjangkau.
Skema itu diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan mikrotrans yang terintegrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan skema tersebut, pengguna akan memperoleh potongan biaya, berbeda dengan tarif harian. Perhitungan tarif langganan itu didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam satu bulan.
“Jadi, kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja, itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10 ribu. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250 ribu,” kata Sugihardjo, Jumat (3/7).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan usulan DTKJ akan segera dibahas agar bisa mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif TransJakarta dan TransJabodetabek.
[Gambas:Youtube]
“Untuk usulan dari dewan transportasi, tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (7/7) dikutip dari
Antara
.
Lantas, bagaimana respons para pekerja yang menggunakan TransJakarta terkait skema langganan tersebut?
Putri (25), pekerja yang menggunakan TransJakarta koridor 4D (Pulogadung-Kuningan) sehari-hari menyampaikan dirinya tertarik mendaftar skema langganan tersebut apabila tarif telah dinaikkan menjadi Rp5.000.
Ia menghitung-hitung biaya ongkos naik TransJakarta yang dipakai masih kurang dari Rp200 ribu per bulan karena tidak setiap hari menggunakan angkutan umum ini.
“Sebenarnya tergantung, kalau pake harga Rp5.000 gue setuju (dengan wacana skema langganan. Gue personally sebagai orang yang naik Tj (TransJakarta) untuk kerja agak 50-50 sih. Itungannya kalo 24 hari gue kerja masih less than Rp200 ribu soalnya,” ujar Putri saat dihubungi
custombloggertemplatesIndonesia.com
, Rabu (8/7).
Meski begitu, Putri berpendapat skema langganan tersebut akan sangat baik untuk para pekerja yang harus double tap ketika transit berpindah koridor.
“Tapi kalo untuk orang lain yg emang sehari-hari naik Tj, udah gitu banyak transitnya yang buat double tap gitu kayanya ok ok aja,” kata Putri.
Senada, Tasya (23), pekerja di daerah Menteng, Jakarta Pusat menilai skema langganan akan sangat berguna bagi dirinya apabila tarif TransJabodetabek telah dinaikkan menjadi Rp10 ribu.
Ia menceritakan ketika bekerja dirinya menggunakan TransJakarta koridor T31 (PIK 2-Blok M) lalu transit di Halte Senayan Bank Jakarta menaiki koridor 1 (Kota-Blok M).
“Tergantung, kalau harga TJnya beneran naik ke Rp10 ribu, lebih untung pake member (skema langganan). Tapi kalau tetep di Rp3.500, mungkin gak terlalu menguntungkan juga kalo pake member pun,” ungkap Tasya.
Mobilisasinya yang hanya berkisar tiga sampai 4 hari seminggu, termasuk bepergian saat akhir pekan membuat Tasya harus kalkulatif dalam menentukan apakah akan mendaftar skema langganan tersebut atau tidak.
“Pas wfo 3 kali seminggu dan pp, sama kadang weekend klo mau jalan ke arah jaksel (Jakarta Selatan) atau jakpus (Jakarta Pusat). Jadi mungkin sekitar 3-4 hari per minggu,” lanjutnya.
(fln/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: DPR Ungkap Curhat Bank BUMN soal Endapan Uang Negara
Baca lagi: Ducati Mulai Sadari Ancaman Bagnaia di Musim Depan
Baca lagi: Pabrik Plastik di Tangerang Terbakar, Kerugian Capai Rp2 Miliar




9 Responses
Artikel ini merumuskan sebuah proposisi strategis yang sangat krusial bagi formulasi kebijakan di tingkat manajerial https://crookedtimber.org/page/762/?p=dkawhuluarorkwnm
Saya akan membagikan artikel ini kepada teman yang membutuhkan informasi serupa. Saya juga menyarankan melihat https://wpsites.ucalgary.ca/gilkaplan/tag/celiac-disease/.
Terima kasih atas tulisan yang berkualitas. Semoga terus memberikan manfaat bagi banyak pembaca. Saya juga sering melihat informasi di https://www.twitch.tv/hurawatchtv/about.
Struktur argumentasi yang dibangun merefleksikan sebuah metodologi riset yang ketat, disiplin, dan terbebas dari tendensi personal https://www.primescholars.com/articles/advancements-in-the-management-of-pancreatic-cancer-2015-asco-gastrointestinal-cancers-symposium-san-francisco-ca-usa-ja-98742.html
Terima kasih atas artikel yang inspiratif. Saya juga membaca beberapa referensi tambahan melalui https://celiac.org/2021/12/06/hospitalization-risk-and-mortality-rates-in-celiac-disease-patients-infected-with-covid-19/.
Artikel ini benar-benar memberikan manfaat bagi pembaca. Saya juga sempat membandingkan informasi dengan http://users.atw.hu/palfyforum/viewtopic.php?t=389017&view=next.
Artikel ini menjadi pengingat bahwa belajar hal baru bisa terasa menyenangkan. Saya juga mampir ke [https://my.dev.vanderbilt.edu/tractem/2018/04/19/cgc/](https://my.dev.vanderbilt.edu/tractem/2018/04/19/cgc/).
Tulisan ini memberikan kesan positif karena informasinya disampaikan dengan baik. Saya juga sempat mengunjungi http://sunsite.icm.edu.pl/pub/Linux/Documentation/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Castellano/July2002/article245.shtml.
Artikel yang luar biasa mendalam; Anda berhasil mengupas tuntas hal-hal yang selama ini luput dari perhatian. https://coursework.uma.ac.id/index.php/teknik/article/view/110