
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Said Iqbal
merespons soal kasus penyekapan sejumlah
karyawan
percetakan di Jakarta Pusat.
Said juga menanggapi soal pelaku penyekap yang melaporkan para korban dengan dugaan pencurian.
Ia menegaskanpara korban harus berani melawan pelaku penyekapan yang menjadi penindas mereka. Ia pun menekankan para pelaku tersebut berhadapan langsung dengan negara terkait kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Lawan! Apa urusannya? Dia yang menindas, dia yang mau ngelapor-lapor kita. Saya sudah bilang (kepada) pak pengacara, ‘jangan takut!’ Kamu berhadapan dengan negara. Saya kasih tahu pak presiden (Prabowo Subianto) nggak suka dengan cara-cara backing-backing terhadap rakyatnya. Pak presiden itu cinta sama rakyatnya,” ujar Said kepada wartawan di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/7).
Pihaknya pun menemukan fakta saat membantu kasus tersebut bahwa pelaku mengeksploitasi buruh hanya dengan membayar Rp500 ribu per bulan.
“Saya temukan fakta, hanya dibayar Rp500 ribu (per bulan). Sudahlah dibayar Rp500 ribu mengeksploitasi buruh, disekap pula dengan tuduhan mencuri. Tidak diberi makan tiga hari. Yang begini nggak boleh terjadi republik yang kita cintai ini yang berdasarkan Pancasila,” tegasnya.
Polda Metro Jaya sebelumnya mengungkap temuan baru dalam kasus penyekapan tiga karyawan Mauprint di Jakarta Pusat yang terjadi selama tiga pekan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pihaknya mendapati temuan dugaan peristiwa penyekapan serupa sebelum menimpa ketiga korban ini.
“Di lokasi tersebut juga pernah terjadi peristiwa hukum atau perbuatan yang sama. Namun terhadap informasi ini kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti lainnya,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Sabtu (4/7).
“Sehingga apabila ditemukan dugaan tindak pidana lain yang sama terhadap korban yang berbeda, tentunya penyidik juga akan melakukan upaya penyidikan secara maksimal,” imbuhnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengaku masih melakukan pemeriksaan kepada korban maupun tersangka secara intensif. Namun, sejauh ini diketahui bahwa peristiwa penyekapan serupa pernah terjadi dengan korban yang berbeda.
“Apabila nanti ada kemungkinan ada korban lain, kami akan melakukan upaya penyidikan yang berbeda dengan penyidikan yang saat ini sedang dilakukan,” jelasnya.
Ia menjelaskan sampai saat ini kepolisian juga mengimbau kepada korban dari penyekapan bos Mauprint untuk melapor melalui 110. Sehingga, rangkaian peristiwa yang dilakukan tujuh tersangka akan diusut hingga tuntas.
Di sisi lain, ia juga memastikan bahwa penyidik sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memfasilitasi korban. Selain itu, dari Bidang Psikologi SDM Polri juga telah melakukan pendampingan kepada korban.
“Apabila ada pertanyaan bahwa masih ada perasaan traumatik dari para korban sepanjang 21 hari mengalami proses penekanan dan penyiksaan ini, sesuatu hal yang menjadi perhatian kami yang itu juga menjadi objek dari koordinasi kami dengan LPSK,” ujarnya.
Sebelumnya polisi menangkap 7 orang tersangka dalam kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/6). Salah satu yang ditangkap adalah pemilik percetakan Mau Print bernama MML alias Martin (40).
“Dalam hal ini bahwasanya telah diamankan tujuh orang yang diduga pelaku dalam hal peristiwa penyekapan tersebut, yaitu MML (40), AI (41), S (48), AYL (29), NHJ (42). Kelima orang ini laki-laki. Dan dua lagi adalah perempuan, yaitu CML (37), dan II (36),” jelasnya.
Dijelaskan Reynold, penyidik menemukan bukti bahwa tersangka telah memeras ketiga korban dengan cara melakukan penyekapan dan beberapa kali penganiayaan sampai dengan melakukan hingga pemasungan.
Bahkan, kaki korban dijerat dengan sling kabel baja agar tidak pergi atau perpindahan tempat.
[Gambas:Video custombloggertemplates]
(fln/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FOTO: Jakarta Menari Bersama Dunia
Baca lagi: Kata-kata Pratama Arhan Usai Resmi Gabung Persija
Baca lagi: Jadwal Siaran Langsung Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026




8 Responses
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://www.buzzbii.com/epicureannycom/likes tadi.
Struktur penyampaian yang sangat disiplin memudahkan pembaca menyerap poin-poin krusial secara cepat https://www.lib.cet.ac.il/Pages/subx.asp?item=2009&type=site&rel=1 pelayanan dan respon nya juga sangat baik
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari http://iop.chez.com/u.php?action=show&username=nadinei67 juga mengulas hal serupa.
Telaah kritis dalam tulisan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap dekonstruksi paradigma lama yang bias https://www.tabletmag.com/sections/news/articles/giffords-still-critical-gives-thumbs-up
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://www.evilmadscientist.com/forums/users/trslroen/ di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://kldp.org/comment/257221 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://kldp.org/comment/352006 yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Artikel ini secara nyata mampu mengintegrasikan tuntutan regulasi dengan dinamika kebutuhan operasional secara selaras https://magic.ly/erpeeee/HIPDUT