
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN)
Luhut Binsar Pandjaitan
mengungkapkan pihaknya kini memanfaatkan
kecerdasan buatan
atau
artificial intelligence
(AI) dalam proses penyusunan rekomendasi kebijakan yang disampaikan kepada Presiden
Prabowo Subianto
.
Menurut dia, teknologi AI membantu proses analisis data, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis informasi yang lebih akurat.
“Kalau kita mau jujur kepada pekerjaan kita, dengan kita berpartner dengan AI, maka proses pengambilan keputusan itu basisnya akan data yang akurat,” ujar Luhut dalam acara Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saran-saran yang kita berikan kepada presiden itu sebenarnya sudah sangat banyak diolah juga oleh AI,” jelasnya.
Ia mengatakan penggunaan AI di DEN sempat dipertanyakan. Namun, Luhut tetap mendorong penggunaan AI karena dinilai mampu menganalisis keseluruhan data yang tersedia untuk kemudian dijadikan laporan atau saran ke Prabowo.
“Tadinya teman-teman yang ekonom-ekonom itu tanya ‘apa perlu?’, saya bilang bikin aja karena dia (AI) akan
grab
semua data dan dia akan analisis. Dia akan nanti sajikan ke kita menjadi satu bagian daripada proses pembuatan laporan-laporan atau saran-saran kepada Presiden,” ujarnya.
Dengan begitu, ia menyebut berbagai rekomendasi yang diberikan DEN kepada Prabowo saat ini telah melalui proses analisis AI.
Luhut juga menilai pemanfaatan teknologi digital berbasis AI akan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat tujuan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipasang Prabowo sebesar delapan persen.
“Kalau kita sungguh-sungguh melaksanakan digital berbasis AI, pertumbuhan delapan persen untuk waktu tidak terlalu lama bukan hal yang sulit untuk kita capai karena nanti akan kita lihat data-data bagaimana efisiensi kita lakukan di berbagai titik,” ujar Luhut.
Selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Luhut menilai adopsi AI juga penting untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintahan.
Ia menyebut teknologi berbasis AI dapat membantu mengatasi hambatan birokrasi seperti deep state.
“Masalah kita itu yang presiden katakan deep state itu akan bisa nanti teratasi banyak dengan
government
teknologi berbasis AI ini,” ujar Luhut.
Luhut mencontohkan kemampuan AI dalam menelaah dokumen yang sangat tebal hanya dalam hitungan detik.
“Misalnya saya beri contoh
online single submission
. Kita coba lihat 1.600 halaman itu dibaca oleh AI cuma 30 detik sudah dikasih komentar tiap halaman,” ujarnya.
Menurut dia, AI mampu bekerja tanpa henti dan terus memperbarui analisis berdasarkan data yang diterima.
“AI tidak ada waktu istirahat, tidak ada waktu cuti, tidak ada demo. Dia kerja aja dengan data dan dia memproses meng-
upgrade
data dia sesuai data yang kita masukkan ke dalam,” ujar Luhut.
Lebih lanjut, ia menyebut pemanfaatan AI juga dapat memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui pengawasan yang lebih ketat.
Luhut mengatakan KPK, kepolisian, dan kejaksaan telah dilibatkan dalam pengembangan sistem tersebut agar seluruh pihak dapat memantau data yang sama.
Menurut dia, sistem digital tersebut dapat membantu mendeteksi potensi penyimpangan tanpa harus menunggu operasi tangkap tangan (OTT).
“Saya bilang (ke KPK), kalian tidak perlu OTT, dari sini saja bisa di-trace siapa yang akan bermain-main. Ini harganya benar enggak, pelaksananya benar enggak, itu sangat bisa,” ujar Luhut.
[Gambas:Video custombloggertemplates]
(dhz/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Panduan War Tiket Konser Hari Ketiga BTS di Jakarta 19 Juni
Baca lagi: Iran Unggah Foto Pezeshkian Teken MoU Damai dengan AS
Baca lagi: Polisi Tangkap 69 Orang Buntut Kericuhan di Hotel Sultan




One Response
Artikel ini sangat membantu dalam memahami berbagai aspek penting dari topik yang dibahas.https://sites.bc.edu/uncommonsense/2022/04/01/project-check-in-2-due-4-24/