
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN)
Luhut Binsar Pandjaitan
menanggapi rentetan aksi demonstrasi yang meminta Program Makan Bergizi Gratis (
MBG
) dihentikan.
Ia mempersilakan program MBG dikritik agar eksekusinya bisa berjalan lebih baik.
“Jadi ya dikritik saja supaya eksekusinya lebih baik. Itu aja,” kata Luhut ketika ditemui di sela-sela acara Indonesia Milennial Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai MBG memiliki manfaat besar dalam mendorong pemerataan ekonomi sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah.
“Ide untuk makan (bergizi gratis) itu kan menimbulkan simpul ekonomi baru, pemerataan, keadilan,” ujar Luhut.
Menurutnya, hasil kajian yang dilakukan DEN menunjukkan program MBG mampu mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang melibatkan pelaku UMKM.
“MBG itu jangan dipergunjingkan lagi kalau menurut saya. Itu membuat pemerataan, keadilan, membangun simpul-simpul ekonomi baru, dari UMKM. Itu sudah hasil studi yang kami buat di 800 titik MBG,” ujar Luhut.
Ia pun mengajak semua pihak untuk fokus memperbaiki pelaksanaan program dibanding terus memperdebatkan keberadaan program MBG
“Jadi jangan kita asik berkelahi sendiri. Akhirnya kita semua yang rugi,” ujar Luhut.
Beberapa waktu lalu, mahasiswa berbagai universitas di Indonesia melangsungkan aksi demonstrasi. Salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang menggelar demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/6).
Mereka membawa lima tuntutan.
Pertama
, meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN.
Kedua
, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Ketiga,
hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Keempat,
hentikan militerisme sipil.
Kelima
, menuntut Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.
Selain di Jakarta, ada juga di mahasiwa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, yang berdemonstrasi pada Senin (15/6).
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap tidak pro terhadap rakyat, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).
“Mendesak keterbukaan informasi publik terkait anggaran MBG. Menuntut pelibatan penuh petani lokal serta UMKM daerah guna mencegah monopoli korporasi,” kata orator aksi.
[Gambas:Youtube]
(dhz/pta)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Pemerintah Janji Perhatikan Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan
Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar Wilayah RI Potensi Hujan Lebat Hari Ini
Baca lagi: FOTO: Ketika Perempuan Merebut Panggung Wayang Kulit




3 Responses
Artikel ini sangat menarik karena menyajikan informasi yang lengkap dan mudah dipahami. Saya mendapatkan banyak wawasan baru yang sangat bermanfaat setelah membacanya. Terima kasih telah berbagi pengetahuan yang berguna seperti ini. Jangan lupa mengunjungi https://nahcon.gov.ng/2017/04/13/nahcon-present-license-to-states/
Artikel https://www.tunesbank.com/ja/apple-music/stream-apple-music-on-ps5.html mampu menjelaskan berbagai informasi penting dengan cara yang sederhana namun tetap mendalam. Terima kasih atas kontennya yang bermanfaat.
Konten yang disajikan sangat berkualitas dan memberikan banyak pengetahuan baru.https://www.utherverse.com/net/profile/view_profile.aspx?MemberId=90545622