
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN)
Luhut Binsar Pandjaitan
mengakui iklim
investasi
Indonesia selama ini masih kerap dipandang kurang menarik oleh investor global karena persoalan regulasi.
Namun, ia menilai persepsi tersebut bisa diubah melalui pembenahan aturan yang memberikan kepastian hukum dalam jangka panjang oleh RI.
Hal itu ia sampaikan dalam Nusa Dua Forum yang diinisiasi
South China Morning Post (SCMP)
dan Danantara Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dunia sering kali ragu dengan iklim investasi di negeri ini karena regulasi, saya tidak membantahnya. Namun, jika ingin mengubah keraguan tersebut, kita harus berbenah dengan menghadirkan kepastian regulasi jangka panjang,” ujar Luhut dalam akun Instagram @luhut.pandjaitan yang diunggah Jumat (17/6).
Menurutnya, regulasi yang jelas merupakan fondasi pembangunan ekonomi. Tanpa itu, Indonesia tidak akan bisa membangun benteng ekonomi yang tahan dari krisis global.
“Saya melihat kepastian hukum dan ketahanan ekonomi ibarat benteng pertahanan dan peta navigasi. Tanpa regulasi yang tegas, kita tidak akan bisa membangun benteng ekonomi yang aman dari serangan badai krisis global,” imbuh Luhut.
[Gambas:Instagram]
Namun, ia memaparkan Indonesia mulai berbenah. Pengesahan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menjadi bukti komitmen pemerintah memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di Asia.
Luhut menjelaskan pemerintah akan segera merampungkan aturan turunan UU tersebut dengan mengadopsi standar hukum komersial internasional.
“Kami terapkan standar hukum komersial internasional yang bersih dan independen agar sejajar dengan Singapura, Hong Kong, maupun Dubai,” ujarnya.
Luhut juga menilai keunggulan Indonesia. Jika negara lain hanya temat transit modal, sedangkan di Indonesia modal tersebut akan menggerakkan sektor riil.
“Potensi dari bonus demografi Indonesia yang mayoritasnya melek digital, akan memaksimalkan setiap modal langsung ke sektor riil. Jadi, biarlah negara maju berlomba menjual peralatannya, sementara kita menyiapkan siapkan ladang suburnya,” imbuhnya.
Luhut menyampaikan pemerintah melalui Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dan Danantara akan berkolaborasi dengan investor melalui skema penanaman modal dan pembagian risiko.
“Jika mereka untung, negara juga harus untung. Apalagi tren investasi saat ini sudah bergeser ke arah value ketimbang profit semata,” kata Luhut.
Ia menambahkan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama energi hijau dunia. Oleh karena itu, pemerintah akan mengarahkan investasi ke proyek-proyek transisi energi bersih, ekonomi biru, pelestarian hutan, dan sektor berkelanjutan lainnya.
Dengan strategi tersebut, menurut Luhut, investor tidak hanya memperoleh keuntungan bisnis, tetapi juga berkontribusi menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Investor tidak hanya mendapatkan keuntungan dari bisnisnya di sini, tetapi juga ikut serta dalam menjaga masa depan kelestarian bumi bersama-sama,” pungkasnya.
[Gambas:Video custombloggertemplates]
(pta/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Spek Land Cruiser 300, Barang Suap Bupati Kuansing yang Tembus Rp2 M
Baca lagi: Korut Makin Erat ke China saat AS & Korsel Rapatkan Barisan
Baca lagi: Jasad Pria Nganjuk Terkubur di Rumah, Anak Angkat Ditangkap




5 Responses
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://kldp.org/comment/264997 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Pembahasan yang sangat rapi dan mudah dimengerti. Kebetulan saya menemukan artikel sejalan di http://marketing2investors.blogs.nuwireinvestor.com/2008/06/show-me-data.html yang juga sangat direkomendasikan.
Rapi banget susunan artikelnya, bikin pembaca jadi lebih gampang paham poin utamanya. Top cer min! Bagi yang ingin mencari alternatif bacaan sejenis, tautan di https://moral.senate.go.th/blog/index.php?nonjscomment=1&comment_itemid=306&comment_context=10556&comment_component=blog&comment_area=format_blog&blogpage=386 ini layak dicoba.
Mantap ulasannya! Informatif sekali dan langsung to the point tanpa bertele-tele. Sekadar berbagi referensi pelengkap, buat yang mau mendalami materi serupa bisa mampir ke https://marylandreporter.com/2022/04/18/optimum-keto-reviews-i-tried-nutra-optimum-keto-boost-for-30-days-and-heres-what-happened/
Sangat suka dengan kesimpulan akhir artikel ini, sangat objektif dan edukatif. Keren admin! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320452103_htm yang mengulasnya secara mendetail.