
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) meresmikan Gudang Komoditas Pangan (GKP) Perum BULOG berkapasitas 3.500 ton di Kompleks Pergudangan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat (3/7).
Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas penyimpanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan. Dengan tambahan kapasitas ini, Perum BULOG meningkatkan optimalisasi pengelolaan stok komoditas pangan, menjaga kualitas hasil panen, serta mendukung kelancaran distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa peresmian GKP Banjarbaru menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan pangan nasional, terlebih dari sisi infrastruktur penyimpanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Langkah penguatan infrastruktur pangan ini akan terus kami lanjutkan sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia. Perum BULOG berkomitmen memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan stok, distribusi, dan ketahanan pangan nasional,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.
Ia menjelaskan, pembangunan gudang di Landasan Ulin merupakan bagian dari realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN). Dari total dana PMN sebesar Rp2 triliun, Perum BULOG telah mengawal 81 proyek penguatan infrastruktur pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga saat ini, realisasi fisik telah mencapai 95,7 persen. Proyek tersebut mencakup pembangunan Sentra Penggilingan Padi, Sentra Pengolahan Beras, hingga Sentra Pengeringan Jagung.
Sementara, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyampaikan dukungan terhadap berbagai Perum BULOG, terutama yang berdampak langsung pada penguatan petani dan pengelolaan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya pengelolaan stok yang baik agar kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.
“Komisi IV tentu mendukung program-program Perum BULOG, sepanjang terus berpihak dan memberikan manfaat bagi petani. Kami juga mengapresiasi BULOG karena stok yang tersedia mencukupi dan kualitasnya baik,” ujar Titiek.
Titiek kemudian menyatakan apresiasi atas pengelolaan stok di GKP Banjarbaru yang dinilai berjalan baik. Menurutnya, perputaran stok beras di gudang tersebut relatif cepat, dengan masa simpan paling lama sekitar empat bulan, sehingga beras dari petani dapat segera diproses dan kembali disalurkan ke pasar.
“Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan dan penguatan gudang ini, kapasitas penyimpanan beras dapat semakin meningkat, dengan kualitas yang juga semakin baik,” tambahny.
Kehadiran Titiek dalam peresmian gudang BULOG ini merupakan bagian dari agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama Wakil Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI untuk meninjau kesiapan infrastruktur pangan di daerah.
Kegiatan peresmian dirangkaikan dengan agenda penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar, meliputi mesin potong rumput untuk masjid, bingkisan sembako, serta santunan berupa perlengkapan sekolah kepada 20 anak yatim piatu.
Melalui pembangunan GKP Banjarbaru, Perum BULOG memperkuat peran sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok pangan, mulai dari penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi stok pangan di daerah.
(rea/rir)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video custombloggertemplates]
Baca lagi: T.O.P Gelar Fan Meeting di Istora Senayan Jakarta 19 September
Baca lagi: Cara Makan Durian Tanpa Bikin Berat Badan dan Gula Darah Naik
Baca lagi: Kelakar Bobby Sebelum Bupati Langkat di-OTT KPK: Ondim, Ongkos di Muka




4 Responses
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan http://e-vote.pepper.jp/business/445.html yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1406 deh, lengkap parah!
Tulisan ini memotong jalur birokrasi berpikir kita menjadi langkah-langkah ringkas yang siap saji https://www.kufirst.center.ku.ac.th/foreseeing-kus-global-potential-through-the-reinventing-university-program-2-3/ jadi mudah di pahami saat di baca
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://magic.ly/ammey/oT-Payment-Ecosystem juga.