Kemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi 270 Ribu Lulusan SMA/SMK-Korban PHK

Jakarta, custombloggertemplates Indonesia

Kementerian Ketenagakerjaan (

Kemnaker

) menyiapkan

pelatihan vokasi

nasional yang menyasar lulusan SMA/SMK dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan pelatihan vokasi nasional untuk 220 ribu lulusan SMA/SMK dan 50 ribu pekerja yang terkena PHK.

“Pelatihan vokasi nasional dengan target besar 220 ribu dengan target kita fokus itu adalah lulusan SMA (dan) SMK dan 50 ribu orang adalah untuk mereka yang terkena PHK,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pelatihan vokasi, Kemnaker juga akan melaksanakan kembali program magang nasional angkatan II pada Juli 2026 mendatang untuk 150 ribu peserta lulusan perguruan tinggi.

Dalam paparannya, Yassierli menyampaikan sejumlah evaluasi sementara terkait magang nasional angkatan I yang telah rampung dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Juni 2026.

Program ini diikuti sekitar 102.600 ribu peserta di berbagai perusahaan dan instansi pemerintah seluruh Indonesia.

Ia membeberkan sebanyak 30 persen peserta dilaporkan mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan tempat magang.

Angka tersebut berdasarkan hasil survei peserta

batch

1 dan 2 sebanyak 65.245 peserta magang dan 7.217 perusahaan penyelenggara magang.

“(Sebanyak) 33 persen mengatakan belum ditawari tapi ada indikasi dan 37,26 persen mengatakan tidak ditawari sampai pelaksanaan magang selesai terakhir,” katanya.

Yassierli mengatakan mayoritas peserta magang sangat puas dengan program magang nasional. Secara rinci, sebanyak 52,13 persen peserta merasa sangat puas, 32,13 persen puas, 15,05 persen cukup puas, 0,29 persen tidak puas, serta 0,42 persen sangat tidak puas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan program dinilai tepat sasaran karena dapat membantu perekonomian keluarga. Sebanyak 36,52 persen peserta menyebut uang saku setara Upah Minimum (UMR) yang mereka terima sangat membantu perekonomian keluarga, 30,61 persen merasa membantu, 30,45 persen cukup membantu, 2,07 persen tidak membantu, dan 0,35 persen sangat tidak membantu.

Di sisi lain, dari sisi perusahaan penerima peserta magang, sebesar 34,92 persen perusahaan sangat puas dengan kontribusi peserta, 49,21 persen cukup puas, 15,42 persen tidak puas, dan 0,32 persen sangat tidak puas.

“Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai

feedback

kita untuk pelaksanaan magang di angkatan yang kedua,” pungkas Yassierli.

[Gambas:Video custombloggertemplates]

(fln/sfr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: BMKG Ingatkan Bencana Kekeringan di NTB

Baca lagi: FOTO: Jepang Sulap Minyak Jelantah Jadi Avtur Ramah Lingkungan

Baca lagi: Presiden Guterres Meninggal, Timor Leste Tetapkan Berkabung Sepekan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: