
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Kamar Dagang dan Industri (
Kadin
) Indonesia Institute menyebut pelaku usaha saat ini lebih membutuhkan stabilitas nilai tukar
rupiah
dibandingkan penurunan suku bunga acuan di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi.
Direktur Insights Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian mengatakan temuan tersebut tercermin dalam hasil survei Kadin Business Pulse Kuartal II 2026 yang melibatkan 276 perusahaan anggota Kadin dari 27 provinsi.
“Kalau kita lihat hasil survei, ternyata dunia usaha lebih mementingkan stabilisasi nilai tukar rupiah dibandingkan penurunan suku bunga,” ujar Fakhrul dalam peluncuran Kadin Business Pulse Kuartal II 2026 di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fakhrul, pelaku usaha saat ini lebih fokus menjaga keberlangsungan bisnis (survival) dibandingkan melakukan ekspansi usaha.
“Prioritasnya masih
survival
dulu, bertahan hidup. Sementara untuk mengembangkan usaha, itu nanti,” katanya.
Ia menjelaskan suku bunga yang lebih rendah memang dapat mendorong perusahaan mengambil kredit untuk memperluas usaha. Namun, kondisi tersebut belum menjadi prioritas ketika dunia usaha masih menghadapi tekanan akibat pelemahan rupiah.
[Gambas:Youtube]
“Karena kalau usahanya kencang, rupiahnya stabil. Kalau usahanya kencang, sering kali pelaku usaha bayar bunga juga tidak terlalu menjadi persoalan. Marginnya bisa dua kali lipat atau tiga kali lipat,” ujarnya.
Sebaliknya, ia mengatakan pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan biaya operasional perusahaan, terutama bagi pelaku usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor.
Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 65,2 persen responden menilai pelemahan rupiah berdampak negatif terhadap prospek bisnis dalam 6-12 bulan ke depan. Dampak yang paling banyak dirasakan adalah kenaikan biaya operasional perusahaan.
Dalam survei yang sama, stabilisasi nilai tukar rupiah menjadi faktor yang paling banyak dipilih pelaku usaha untuk memulihkan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia dengan porsi 26,1 persen.
Selanjutnya, pelaku usaha menginginkan kepastian regulasi investasi sebesar 19 persen, kejelasan arah kebijakan fiskal pemerintah sebesar 18,8 persen, serta perbaikan daya beli masyarakat.
Fakhrul mengatakan stabilitas rupiah menjadi syarat penting untuk mengembalikan optimisme pelaku usaha di tengah masih tingginya tekanan terhadap biaya produksi.
(lau/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Prediksi Cuaca Indonesia Hari Ini: 2 Wilayah Masih Berpotensi Hujan
Baca lagi: Pyo Ji-hoon Bahas Comeback BLOCK B usai Teach You a Lesson
Baca lagi: Spek Land Cruiser 300, Barang Suap Bupati Kuansing yang Tembus Rp2 M




3 Responses
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://kldp.org/comment/257893, lumayan buat pelengkap.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=302153 juga bahas hal yang sama lho.
slot gacor 777 ini mantep banget cuma ada di genting138 buruan daftar slot777 terpercaya