
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Regulator pasar
China
resmi menjatuhkan sanksi
denda
dan penyitaan aset senilai 5,18 miliar yuan setara US$765 juta atau sekitar Rp13,7 triliun (kurs Rp17.922) ke penyedia layanan perjalanan daring terbesar di negara tersebut, Trip.com Group.
Sanksi tegas ini diberikan atas tuduhan pelanggaran undang-undang antimonopoli. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah Beijing dalam memperketat pengawasan regulasi terhadap raksasa teknologi dan perusahaan internet domestik.
Sebelumnya, tindakan serupa pernah secara agresif menyasar raksasa
e-commerce
Alibaba pada akhir 2020 lalu sebagaimana dilansir dari
AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Regulasi Pasar Tiongkok (
State Administration for Market Regulation
/SAMR) menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari penyelidikan yang telah dibuka sejak Januari, terkait dugaan penyalahgunaan dominasi pasar oleh Trip.com.
Berdasarkan hasil investigasi resmi, SAMR menyimpulkan bahwa
platform
tersebut terbukti melakukan praktik anti-persaingan alias monopoli. Hukuman yang dijatuhkan mencakup penyitaan keuntungan ilegal sebesar 1,66 miliar yuan, serta denda tambahan sebesar 3,52 miliar yuan.
SAMR menemukan bahwa Trip.com mempraktikkan perjanjian eksklusif (
exclusive dealing arrangements
) dengan pihak hotel. Di mana perusahaan tersebut memaksa sejumlah pengelola akomodasi untuk melepas operasional mereka di
platform
pesaing.
[Gambas:Youtube]
“Tindakan ini mengeksklusi atau membatasi persaingan di pasar terkait, merugikan kepentingan pengelola hotel dan konsumen, serta menghambat perkembangan industri yang teratur dan sehat,” tegas SAMR dalam pernyataan resminya, Sabtu (25/7).
Menanggapi keputusan tersebut, manajemen Trip.com Group yang mengoperasikan pemesanan tiket kereta, penerbangan, dan hotel secara domestik maupun internasional menyatakan menerima keputusan regulator dengan lapang dada.
Melalui unggahan resmi di
platform WeChat
, pihak perusahaan berjanji akan menjadikan sanksi ini sebagai momentum pembenahan internal.
“Kami menyikapi penalti ini sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi mendalam dan transformasi diri. Kami akan secara tegas meninggalkan praktik persaingan yang tidak efisien dan saling menjatuhkan,” tulis penyataan resmi Trip.com.
(ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Iseng Saat Terbang, Pilot Ukir Tulisan ‘Saya Bosan’ di Langit
Baca lagi: China Denda Trip.com Rp13,7 T Buntut Dugaan Monopoli Pasar
Baca lagi: Mengenal Kredit Rating Negara: Arti AAA, BBB, hingga Outlook Negatif




2 Responses
Sangat suka dengan kesimpulan akhir artikel ini, sangat objektif dan edukatif. Keren admin! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320233725_htm yang mengulasnya secara mendetail.
Penulisannya rapi dan penjelasannya terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Keren abis! Kemarin saya juga sempet mampir ke laman https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297494716_htm yang mengulas hal serupa.