BPS Catat Harga Oli-Bensin Jadi Pendorong Inflasi per Juni 2026

Jakarta, custombloggertemplates Indonesia

Badan Pusat Statistik (

BPS

) mencatat

inflasi

Juni sebesar 0,44 persen (

month to month

/mtm). Pendorongnya adalah kenaikan

harga

oli hingga bensin yang terjadi sepanjang bulan lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan inflasi tertinggi terjadi di kelompok transportasi sebesar 2,29 persen dengan andil 0,28 persen.

“Inflasi kelompok ini disumbang oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara dan juga pelumas atau oli mesin,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Pertamina memang memutuskan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax sebesar Rp3.950 dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi menjadi Rp16.250 per liter yang baruĀ efektif per 10 Juni 2026.

“Komoditas bensin dipicu oleh penyesuaian harga beberapa jenis BBM nonsubsidi,” kata Ateng.

Senada, untuk kenaikan harga oli disampaikan oleh konsumen. Ganti pelumas yang biasanya Rp50 ribu saja menjadi Rp70 ribu saat ini.

[Gambas:Youtube]

“Saya biasanya ganti oli Rp50 ribu sudah sama jasa. Sekarang kata abang bengkelnya oli aja yang Rp50 ribu, sama jasa jadi Rp70 ribu,” kata Marcel seorang pekerja di Jakarta kepada

custombloggertemplatesIndonesia.com,

Rabu (1/7).

Sementara itu, kenaikan tarif angkutan udara disebabkan oleh tingginya permintaan karena bertepatan dengan libur anak sekolah.

Di sisi lain, inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama disebabkan oleh kenaikan harga bawang merah, bawang putih, dan beras.

(ldy/ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Rupiah Makin Loyo ke Rp17.965 per Dolar AS Pagi Ini

Baca lagi: TRAC Hadirkan Solusi Aman dan Nyaman Rental Mobil Saat Liburan Nataru

Baca lagi: Golkar Panggil Anggota DPRD Diduga Intimidasi dr Icha, Siapkan Sanksi

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: