
Daftar Isi
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Direktur Utama PT
Agrinas
Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota beberkan sebanyak 969 calon
manajer
Koperasi Desa/Kelurahan (
Kopdes
) Merah Putih (KDKMP) menyatakan menolak untuk menandatangani surat penawaran atau
offering letter.
Hal itu Joao sampaikan dalam unggahan di akun Instagram miliknya @bung.joaomota pada Rabu (30/9).
Selain itu, ia juga menyebutkan ada 532 surat penawaran kepada calon manajer Kopdes Merah Putih yang kadaluwarsa. Adapun lainnya, sebanyak 27.099 menyatakan setuju dan menandatangani
offering letter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebanyak 27.099 manajer KDKMP telah menandatangani
offering letter
sebagai tanda sah telah menerima penugasannya. Mereka berasal dari berbagai daerah dan desa di pelosok Indonesia. Sebanyak 969 orang menolak
offering letter
dan 532 kedaluwarsa,” tulis Joao dalam unggahannya.
[Gambas:Instagram]
Bos Agrinas menyebutkan kalau para calon manajer Kopdes Merah Putih yang menyambangi tempatnya mengaku terkejut dan terharu, karena langsung diterima untuk berdiskusi soal penempatan mereka.
“Para manajer ini mengaku terkejut dan terharu, karena langsung diterima untuk berdiskusi soal penempatan mereka,” tulisnya.
Ia menjelaskan, kunjungan para calon manajer KDKMP ke kantor Agrinas Pangan Nusantara memiliki itikad baik. Para calon manajer itu hendak mendiskusikan penempatan mereka untuk membangun gerai dan mengelola operasionalisasi KDKMP selama dua tahun pertama.
“Dengan kerja sama erat antara pengelola KDKMP, perangkat desa dan seluruh warga setempat, maka rancangan KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa akan terwujud,” jelasnya.
Adapun audensi dan diskusi diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai pola pendampingan, serta mekanisme kerja para manajer di lapangan dalam mendukung keberlanjutan program KDKMP ke depan.
(ins)
Baca lagi: Resmi Lepas Gelar, Pangeran Harry dan Meghan Jadi Rakyat Biasa
Baca lagi: FOTO: Warna-warni Dunia dan Indonesia Dalam Sebuah Bingkai
Baca lagi: Suyudi Sebut Kritik dari Publik Penting untuk Pembenahan Polri



