
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Bursa Efek Indonesia (
BEI
) mencatat dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana saham (
IPO
) sepanjang 2025 meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya di tengah dinamika pasar keuangan.
Direktur Utama BEI Jeffery Hendrik mengatakan sepanjang 2025 terdapat 26 perusahaan yang melantai di bursa dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp155,2 triliun saat IPO.
“Dari sisi penghimpunan dana, perusahaan yang melakukan IPO saham berhasil menghimpun dana sekitar Rp18,1 triliun atau meningkat 26 persen dibanding 2024, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor
basic materials
, diikuti sektor
financials
serta infrastruktur,” kata Jeffery dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI 2026 secara daring, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jeffery, capaian tersebut menunjukkan fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan tetap berjalan meski sepanjang tahun pasar diwarnai volatilitas.
Selain melalui IPO, penghimpunan dana melalui efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencapai Rp217,4 triliun, sementara aksi korporasi melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dan waran menghimpun dana Rp43,7 triliun.
[Gambas:Youtube]
Di sisi lain, BEI memastikan ETF emas segera hadir sebagai instrumen investasi baru di pasar modal Indonesia.
Jeffery menjelaskan seluruh regulasi yang menjadi dasar penerbitan ETF emas telah rampung. Ketentuan tersebut mencakup peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peraturan bursa, hingga fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
“Untuk penerbitannya, saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF emas kepada Bursa Efek Indonesia. Tentu ini sedang berproses dan kami harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi ETF emas sudah bisa terbit dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan POJK mengenai ETF emas telah diterbitkan pada Februari 2026. Selanjutnya, BEI menerbitkan aturan terkait pencatatan, perdagangan, dan keanggotaan ETF emas pada April 2026.
Jeffery berharap kehadiran ETF emas dapat memperluas pilihan instrumen investasi sekaligus memperdalam pasar modal Indonesia.
(lau/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Nike Bikin Sepatu yang Bisa Ubah Pola Pikir, Ludes Terjual saat Rilis
Baca lagi: 7 Hari Lagi Berlaku, Ini Cara Daftar Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah
Baca lagi: Gaikindo Akui Insentif Mobil Listrik Saja Tak Cukup Dongkrak Penjualan




3 Responses
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://videos.muvizu.com/Profile/bong88living/Updates/ yang cukup menarik.
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://article.pchome.net/content-1055645.html, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Artikel yang menarik dengan informasi yang relevan. https://admi.net/world/ni/