
Daftar Isi
Jakarta, custombloggertemplates Indonesia
—
Perusahaan tambang batu bara PT
Bayan Resources
Tbk (BYAN) mengumumkan kejadian yang bersifat memaksa atau
force majeure
di tengah isu Andi Syamsuddin Arsyad alias
Haji Isam
mengincar kepemilikan 62 persen
saham
.
Manajemen Bayan menyampaikan
force majeure
yang terjadi pada 11 September 2026 itu karena perubahan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 belum diterbitkan kepada anak-anak perusahaannya, yakni PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP).
Dengan demikian, ketiga anak perusahaan itu tak dapat memenuhi suplai berdasarkan Perjanjian Penyediaan Batubara (
Coal Supply Agreement
) kepada para pelanggan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Keadaan
force majeure
dikarenakan persetujuan atas perubahan RKAB 2026 belum diterbitkan kepada anak perusahaan, walaupun permohonan persetujuan perubahan RKAB telah diajukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Manajemen Bayan dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (14/9).
Selain itu, manajemen perusahaan milik taipan Low Tuck Kwong itu pun menjelaskan
force majeure
tersebut memengaruhi kemampuan perseroan dan anak perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pelanggannya.
“Dengan belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB mengakibatkan dampak yang cukup material terhadap kelangsungan usaha Perseroan,” terangnya.
Pihak Bayan berharap pengumuman kondisi tersebut dapat meminimalisir risiko bagi perseroan dan anak-anak perusahaan.
“Namun, dengan dilakukannya pemberitahuan keadaan/kejadian yang bersifat memaksa (Keadaan Kahar/
Force Majeure
) ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko dan/atau konsekuensi bagi Perseroan dan anak-anak perusahaanya,” terang Manajemen Bayan.
Menurut laporan
Bloomberg News
pada Rabu (9/9), Haji Isam mengajukan penawaran saham sekitar US$3 miliar atau setara Rp52,53 triliun (asumsi kurs Rp17.510 per dolar AS).
Sumber
Bloomberg News
yang mengetahui hal tersebut mengatakan salah satu entitas bisnis yang dikendalikan oleh Haji Isam mengajukan penawaran akuisisi Bayan.
Menurut laporan tersebut, angka tawaran pembelian Bayan Resources hanya sebagian kecil dari nilai pasarnya. Saham yang menjadi target tawaran perusahaan Haji Isam terutama yang dimiliki oleh miliarder Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine.
”
Reuters
belum dapat memverifikasi laporan tersebut,” tulis kantor berita
Reuters
.
Manajemen perusahaan sendiri telah buka suara soal kabar saham bakal diborong konglomerat Haji Isam.
Corporate Secretary Bayan Resources Jenny Quantero menjelaskan saat ini perusahaan tidak mengetahui soal rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham BYAN, sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut.
“Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan,” jelas Jenny dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/8) lalu.
Ia juga menekankan sampai dengan tanggal keterbukaan informasi diterbitkan, Bayan Resource tidak memiliki informasi atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik, yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha Perseroan dan/atau harga saham perusahaan.
“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,” ungkap Jenny.
[Gambas:Video custombloggertemplates]
(fln/sfr)
Baca lagi: Dokumenter Oasis Ungkap Momen Awal Liam-Noel Akur setelah 15 Tahun
Baca lagi: Game Online Mobile Semakin Populer
Baca lagi: El Nino Ekstrem Bikin Nyamuk Makin Banyak, Apa Alasannya?



One Response
Pemilihan kata yang digunakan sangat cermat. Topiknya cukup berat, tapi dibawakan dengan gaya bahasa yang mengalir halus dan tidak membosankan. https://jayalaxmiagrotech.com